News |    
PERSYARATAN TES KESEHATAN CPNS KEJAKSAAN RI TAHUN 2021 DI KEJAKSAAN TINGGI SUMATERA UTARA BERTEMPAT DI RSUD Dr. PRINGADI KOTA MEDAN | Kajati Sumut IBN Wiswantanu Hadiri Pembukaan KIM Expo 2021 | Kajati Sumut Menjadi Narasumber Pada Kegiatan Pelatihan Legal Risk Awareness PT. BNI Kantor Wilayah 01 | Rapat Negosiasi ke-5 dengan PT. Bank Sumut terkait penyelesaian tunggakan tagihan kredit Debitur Bank Sumut yang Bermasalah | Kejati Sumut meraih penghargaan lelang awards terbaik ke -2 dalam kategori utilisasi dan optimalisasi barang milik negara | Asdatun dilantik sebagai anggota panitia urusan piutang negara | 

Rapat Koordinasi Teknis Tim Adhyaksa Estate Kejati Sumut, PTPN III (Persero) dan Tim Intel Polda Sumut, terkait upaya pengambilalihan Areal Garapan seluas ±60 Ha di Afdeling IV Kebun Bangun, Kota Pematangsiantar

Pada hari Kamis tanggal 21 Oktober 2021 bertempat di Ruang Adhyaksa Estate PTPN III (Persero) Kantor Operasional Medan Jl. Sei Batanghari No.2 Medan, Bagian Umum melakukan koordinasi teknis dengan Tim Adhyaksa Estate Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dan Tim Intel Kepolisian Daerah Sumatera Utara, terkait upaya pengambilalihan areal Garapan seluas ± 60 Ha di Afdeling IV Kebun Bangun, Kota Pematang Siantar.

Pada kesempatan tersebut, turut hadir Dr. Prima Idwan Mariza, SH, M.Hum (Asdatun Kejatisu), Dr. Christian Orchard, SH., MKn (Kepala Bagian Umum PTPN III (Persero)), Chairul Fadli, SH (Kasi Perdata Kejatisu), Masmur Bangun, SH (Tim Adhyaksa Estate), Pagar Siagian (Panit Intel Poldasu), Bambang Gustiawan (Ba Intel Poldasu), Purwanto (Ba Intel Poldasu), RF. Harahap (Ba Intel Poldasu), V. Dolok Saribu (Ba Intel Poldasu) dan Faisal Hady (Pj. Kasubag Hukum PTPN III (Persero)).

Bapak Asdatun menyampaikan bahwa dalam penanganan dan penyelesaian permasalahan garapan tetap mengedepankan upaya perdata, seperti tali asih atau lebih dikenal dengan istilah suguh hati di lingkungan perkebunan. Langkah-langkah persuasif dan humanis tetap menjadi solusi membuka jalan penyelesaian masalah dengan masyarakat penggarap. Hal ini bertujuan untuk menghindari timbulnya konflik dengan warga sekitar. Namun bila pada pelaksanaannya, upaya perdata tidak membuahkan hasil maka dipandang perlu upaya hukum dilanjutkan melalui mekanisme intelijen dan/atau pidana khusus yang tentunya akan memberikan effort lebih besar dalam proses pemeriksaan terhadap oknum penggarap dimaksud.

Sejalan dengan Bapak Asdatun, Tim Intel Poldasu melalui Panit Intel mendukung langkah-langkah persuasif tersebut, dimana diharapkan tidak terjadi bentrokan dengan warga di lapangan, terlebih lagi warga sekitar didominasi ibu-ibu/perempuan. Hasil investigasi di lapangan selama 3 (tiga) hari, dapat disimpulkan bahwa kondisi di lapangan berangsur kondusif hari demi hari dengan dilakukannya Sosialisasi secara intens dan berkelanjutan kepada masyarakat penggarap oleh Manajemen Kebun Bangun bersama Polres, Polsek, Kodim, Camat hingga Kepala Desa setempat.

Sebagai penutup, Bapak Kabag Umum menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi kepada Lembaga Penegak Hukum dalam mendukung pengambilalihan areal garapan di Kebun Bangun, Tim Adhyaksa Estate Kejatisu yang komit dalam memberikan pendampingan hukum pada setiap upaya penyelamatan aset perkebunan/BUMN serta Tim Intel Poldasu yang totalitas dalam memberikan upaya pengamanan dan pengawalan di lapangan. Bapak Kabag Umum menyampaikan juga bahwa telah bertambah Kepala Keluarga penggarap yang secara sukarela bersedia menerima suguh hati, sementara
17 (tujuh belas) KK pengarap telah menerima suguh hati di Minggu I Oktober 2021, sehingga menambah keyakinan tim, aset dimaksud dapat dikembalikan kepada Negara.


  Berita Terbaru